"Peran Rakyat Dalam Menyikapi Pilkada dan Urgensi Sirkulasi Kepemimpinan di Daerah"
PEMILIHAN KEPALA DAERAH atau Pilkada 2020 di Indonesia, akan menjadi salah satu yang bersejarah, setelah keputusan final pemerintah akan tetap menyelenggarakan Pilkada di tengah situasi yang tidak pasti ini.
Namun sistem pemerintahan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sirkulasi kepemimpinan harus tetap dilaksanakan agar tidak menunda semua tugas dan kepentingan rakyat.
Artinya memilih pemimpin adalah hasrat dan kepentingan kita semua, bukan hanya partai politik, dan bukan hanya pemerintah.
Pemilihan umum yang demokratis adalah tentang hasrat manusia, dan satu hasrat yang dimiliki semua orang adalah hasrat untuk menggapai kehidupan yang teratur. Lalu bagaimana kita dapat memastikan bahwa tatanan kehidupan ini akan berjalan dengan baik jika tidak ada sirkulasi kepemimpinan?
Memang, seperti yang dikatakan filsuf Yuval Noah Harari bahwa, pemilihan bukanlah metode untuk menemukan kebenaran. Pemilu adalah metode untuk mencapai kompromi damai antara keinginan yang berbeda dari orang yang berbeda.
Namun sistem pemerintahan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sirkulasi kepemimpinan harus tetap dilaksanakan agar tidak menunda semua tugas dan kepentingan rakyat.
Artinya memilih pemimpin adalah hasrat dan kepentingan kita semua, bukan hanya partai politik, dan bukan hanya pemerintah.
Pemilihan umum yang demokratis adalah tentang hasrat manusia, dan satu hasrat yang dimiliki semua orang adalah hasrat untuk menggapai kehidupan yang teratur. Lalu bagaimana kita dapat memastikan bahwa tatanan kehidupan ini akan berjalan dengan baik jika tidak ada sirkulasi kepemimpinan?
Memang, seperti yang dikatakan filsuf Yuval Noah Harari bahwa, pemilihan bukanlah metode untuk menemukan kebenaran. Pemilu adalah metode untuk mencapai kompromi damai antara keinginan yang berbeda dari orang yang berbeda.
Anda mungkin menemukan politisi atau pejabat yang tidak kompeten dan bahkan jahat- dan boleh jadi yang lain mungkin berpikir persis sama dengan Anda. Namun, apakah Anda ingin mencapai kompromi damai dengan orang-orang ini, atau apakah Anda lebih suka menyelesaikan ketidaksetujuan Anda dengan senjata?
Karena pemilihan adalah metode untuk mencapai kompromi tentang keinginan kita, di TPS orang tidak bertanya "Apa kebenarannya?" Mereka ditanya, "Apa yang kamu inginkan?" Itu sebabnya semua warga negara memiliki hak suara yang sama.
Saat mencari kebenaran, pendapat orang yang berbeda memiliki bobot yang berbeda. Tetapi ketika datang ke keinginan, semua orang harus diperlakukan sama.
Itulah sebabnya Churchill berkata bahwa demokrasi adalah sistem politik paling buruk di dunia kecuali untuk semua sistem yang lainnya. Artinya kita tidak mempunyai pilihan yang lain yang lebih baik bahkan yang pernah ada di dunia.
Namun demokrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran aktif rakyat yang cerdas termasuk keputusan datang ke TPS untuk memilih.
Persoalannya adalah "keamanan" di tengah pandemic Covid-19. Memang, hingga saat ini kita semua belum bisa memastikan kapan wabah ini akan berakhir. Tetapi pemerintah akan menyiapkan protokol kesehatan yang scientific untuk menjamin keamanan pemilih jika situasi belum sepenuhnya membaik.
Selain itu penundaan waktu, yang semula di September diundur ke Desember adalah bentuk ikhtiar pemerintah dengan harapan Desember situasi akan jauh lebih baik.
Pertanyaan penting adalah mengapa kedatangan pemilih ke TPS signifikan?
Pertama, biaya operasional pemilu sangat tinggi dan itu berasal dari uang rakyat dan untuk rakyat. Kedua untuk mendapatkan kualitas pemimpin yang baik diperlukan partisipasi rakyat yang cerdas.
Ketiga, kesempatan untuk menentukan pemimpin hanya bisa dilakukan 5 tahun sekali, maka jangan sampai kesempatan ini disia-siakan.
Apatisme pemilih bukan solusi atas keburukan sistem demokrasi justru sebaliknya kontrol rakyat (salah satunya melalui pemilu) sangat menentukan.
Jika Anda tidak takut mendatangi keramaian seperti datang ke pusat-pusat perbelanjaan bahkan tanpa standar protokol keamanan, mana mungkin Anda khawatir datang ke TPS dengan standar keamanan yang scientific?
Maka Anda harus menyingkirkan paradoks dan kekonyolan tersebut.
Karena pemilihan adalah metode untuk mencapai kompromi tentang keinginan kita, di TPS orang tidak bertanya "Apa kebenarannya?" Mereka ditanya, "Apa yang kamu inginkan?" Itu sebabnya semua warga negara memiliki hak suara yang sama.
Saat mencari kebenaran, pendapat orang yang berbeda memiliki bobot yang berbeda. Tetapi ketika datang ke keinginan, semua orang harus diperlakukan sama.
Itulah sebabnya Churchill berkata bahwa demokrasi adalah sistem politik paling buruk di dunia kecuali untuk semua sistem yang lainnya. Artinya kita tidak mempunyai pilihan yang lain yang lebih baik bahkan yang pernah ada di dunia.
Namun demokrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran aktif rakyat yang cerdas termasuk keputusan datang ke TPS untuk memilih.
Persoalannya adalah "keamanan" di tengah pandemic Covid-19. Memang, hingga saat ini kita semua belum bisa memastikan kapan wabah ini akan berakhir. Tetapi pemerintah akan menyiapkan protokol kesehatan yang scientific untuk menjamin keamanan pemilih jika situasi belum sepenuhnya membaik.
Selain itu penundaan waktu, yang semula di September diundur ke Desember adalah bentuk ikhtiar pemerintah dengan harapan Desember situasi akan jauh lebih baik.
Pertanyaan penting adalah mengapa kedatangan pemilih ke TPS signifikan?
Pertama, biaya operasional pemilu sangat tinggi dan itu berasal dari uang rakyat dan untuk rakyat. Kedua untuk mendapatkan kualitas pemimpin yang baik diperlukan partisipasi rakyat yang cerdas.
Ketiga, kesempatan untuk menentukan pemimpin hanya bisa dilakukan 5 tahun sekali, maka jangan sampai kesempatan ini disia-siakan.
Apatisme pemilih bukan solusi atas keburukan sistem demokrasi justru sebaliknya kontrol rakyat (salah satunya melalui pemilu) sangat menentukan.
Jika Anda tidak takut mendatangi keramaian seperti datang ke pusat-pusat perbelanjaan bahkan tanpa standar protokol keamanan, mana mungkin Anda khawatir datang ke TPS dengan standar keamanan yang scientific?
Maka Anda harus menyingkirkan paradoks dan kekonyolan tersebut.
Bagaimana hal-hal menjadi lebih baik? Saya percaya bahwa perubahan tidak akan pernah terjadi kecuali kita memilih.
Toh Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu telah berupaya keras untuk mengatur protokol kesehatan yang ketat dalam seluruh proses pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020.
Terlepas dari semua tantangan yang kita hadapi dalam masyarakat ini, terlepas dari semua kekacauan demokrasi yang kita lihat di televisi dan di media.
Pemilu berfungsi sebagai forum untuk diskusi masalah publik dan memfasilitasi pengungkapan pendapat publik. Pemilihan dengan demikian memberikan pendidikan politik bagi warga negara dan memastikan bahwa respon pemerintah dilakukan secara demokratis terhadap kehendak rakyat.
Selain itu, pemilihan adalah upaya untuk melayani tujuan dan aktualisasi diri dengan menegaskan nilai dan martabat warga negara sebagai manusia.
Apa pun kebutuhan lain yang mungkin dimiliki pemilih, partisipasi dalam Pemilu berfungsi untuk memperkuat harga diri kita.
Pemilihan memberi orang kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mengekspresikan keberpihakan kita. Tidak masalah di mana Anda tinggal, jika ingin demokrasi berkualitas yang partisipatif, datanglah ke TPS. Jangan abaikan hak Konstitusional dan kesempatan Anda. Demokrasi ini milik kita.
Toh Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu telah berupaya keras untuk mengatur protokol kesehatan yang ketat dalam seluruh proses pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020.
Terlepas dari semua tantangan yang kita hadapi dalam masyarakat ini, terlepas dari semua kekacauan demokrasi yang kita lihat di televisi dan di media.
Pemilu berfungsi sebagai forum untuk diskusi masalah publik dan memfasilitasi pengungkapan pendapat publik. Pemilihan dengan demikian memberikan pendidikan politik bagi warga negara dan memastikan bahwa respon pemerintah dilakukan secara demokratis terhadap kehendak rakyat.
Selain itu, pemilihan adalah upaya untuk melayani tujuan dan aktualisasi diri dengan menegaskan nilai dan martabat warga negara sebagai manusia.
Apa pun kebutuhan lain yang mungkin dimiliki pemilih, partisipasi dalam Pemilu berfungsi untuk memperkuat harga diri kita.
Pemilihan memberi orang kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mengekspresikan keberpihakan kita. Tidak masalah di mana Anda tinggal, jika ingin demokrasi berkualitas yang partisipatif, datanglah ke TPS. Jangan abaikan hak Konstitusional dan kesempatan Anda. Demokrasi ini milik kita.
Yang jelas, Pilkada ini akan menggerakkan UKM yang menerima orderan pengerjaan masker, hand sanitizer, face shield, hazmat, wastafel portabel, dari 270 daerah di seluruh Indonesia.
Selain itu, ekonomi kerakyatan juga bergerak seiring banyaknya kampanye terbatas yang pasti membutuhkan hidangan kecil seperti kopi, gorengan, kacang rebus dan sebagainya.
Pilkada 2020 juga menjadi medium gerakan perlawanan terhadap Covid-19 karena semakin banyak orang yang mengajak untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan air bersih, sabun dan menjadikan penanganan Covid-19 serta dampak sosial ekonominya sebagai isu sentral dalam kampanye para Kandidat.

Comments
Post a Comment